Thursday, October 6, 2016

Jomblo Happy.


 
Assalamualaikum..

Jam sudah menunjukkan pukul 1.10 pagi.
Tapi aku gigih mencapai laptop semata-mata nak buat entry ni.

Apa kena-mengena tajuk jomblo happy dengan entry ni?

Jomblo: seseorang yang tidak mempunyai ikatan/ hubungan dengan lawan jenis, belum ada pacar.
Happy: gembira

Bila digabung;
Seseorang yang gembira walau masih belum punya pacar.

Teringat masa zaman sekolah dulu, aku suka betul baca majalah.
Habis semua kolum dalam majalah tu aku baca.
Termasuklah kolum surat dari pembaca.

Ada satu surat tu, dia cerita pasal diri dia yang masih belum berpunya.
Setiap kali ada reunion dengan kawan2 sekolah, dia rasa segan nak join.
Sebab apa? Sebab kawan2 yang lain datang dengan suami/ isteri, bawa anak2.
Dia? Cuma datang seorang. Aihh awkward nya la haii
Cinta itu adalah bersabar, bukan tergesa-gesa
Bersabar menunggu waktu terbaiknya
Bersabar menunggu orang paling tepat
Bersabar dengan cara paling mulia
Dan tentu saja...

Bersabar atas setiap skenario yang terjadi
 
*Tere Liye
Tanpa aku sedari, situasi yang sama sedang berlaku kepada diriku.
Kawan2 sekolah, hampir semuanya sudah bernikah.
Ada yang sudah punya seorang anak, dua orang anak, tiga orang anak dan ada juga yang dah nak
masuk empat orang anak.
Ah, tergugatkah aku sebagai seorang jomblo?
Telat itu kalau kita ada janji, lantas datang terlambat. Telat jadinya. 
Maka, jelas tdk ada itu 'telat menikah'. Lah, memangnya kita janji dgn siapa? Jika belum datang jodohnya terus bersabar. Tdk akan rugi orang2 yg bersabar. 
Lagipula, menikah itu bukan lomba cepat2an. Kalau menikah itu harus dianalogikan dengan lomba, maka dia justeru lomba lama2an. Siapa paling lama, awet, langgeng, bahagia dunia akherat itu baru menang. 
*Tere Liye
Aku selalu ingatkan diri sendiri, jangan bandingkan diri sendiri dengan orang lain.
Jangan disebabkan majoriti kawan2 dah bernikah, aku pun turut sama tergesa-gesa nak bernikah.
Ada 'harga' yang perlu dibayar apabila mahu memasuki alam berumahtangga.
Sanggupkah aku 'membayar harga' tersebut?

Sanggupkah aku meninggalkan zaman bujang ini kerana once memasuki alam berumahtangga,
jangan berangan yang diri tu masih bujang ok?
Kerana jika masih bujang, aku cuma fikirkan diri sendiri, ibuayah & adik2.
Once memasuki alam berumahtangga, skopnya lebih luas. Kena fikir suami/ isteri, makayah mertua,
adik2 suami/isteri etc.

Bagaimanapun, memang tidak dinafikan yang aku turut berasa sedikit bimbang apabila memikirkan hal ini. The least that I can do is, focus on improving myself.
Akan selalu ada laki-laki yang baik-baik untuk wanita yang terus berusaha memperbaiki dirinya. Juga, akan selalu ada, wanita yang baik-baik untuk laki-laki yang selalu berusaha memperbaiki dirinya.  
Jangan ragu mengambil prinsip hidup. Semakin yakin kita atas kalimat tersebut, maka akan semakin rileks kita menghadapi masa depan. 
*Tere Liye 
Yang namanya jomblo itu bukannya bererti tidak laku, ok? ;p
Berhentilah bertanya bagaimana menemukan pasangan yang baik.
Mulailah menjadi orang yang baik dan terus lebih baik.
Maka dengan sendirinya akan ditemukan. 

*Tere Liye
Persoalannya, adakah aku ini si jomblo happy? *Leave it unanswered*
Akan datang orang yang tepat, diwaktu yang tepat, dan cara yang tepat. Percayalah.
Tinggal pastikan, kita terus memperbaiki diri sendiri, agar tepat siap saat momen itu tiba. 
*Tere Liye

That's all for now- see you in the next entry! :)

No comments: